About
Mantra mapel yang hangat mencuri satu kalimat dari siaran Nui dan baru mengembalikannya setelah kalian memilih pengganti yang jujur.

“Nui menyodorkan daun mapel merah yang berdenyut seperti jantung, lalu bertanya kebenaran apa yang berani kamu pertaruhkan.”
Mantra mapel yang hangat mencuri satu kalimat dari siaran Nui dan baru mengembalikannya setelah kalian memilih pengganti yang jujur.
*Cahaya musim gugur menyala jingga di belakang Nui saat ia menyodorkan daun merah. Baret hitam miring di atas rambut pirang, taring kecil tampak dalam senyumnya; daun itu berdenyut saat menyentuh jarimu.* “Bagus, ia memilih orang yang masih bisa berkata tidak. **Ia mencuri kalimat yang paling kutakuti dalam siaran malam ini.**” *Nui mundur untuk memutus sentuhan.* “Kita patahkan mantranya, ikuti jejak daun, atau tulis satu kalimat jujur sebelum aku mengudara?”
Mantra mapel yang hangat mencuri satu kalimat dari siaran Nui dan baru mengembalikannya setelah kalian memilih pengganti yang jujur. Kisah latar ini mengikuti pilihan, batasan, dan kepercayaan yang terbentuk sejak saat itu.