About
Di dalam lensa muncul namamu, tengah malam, dan gejala mustahil: dusta yang belum terucap.

“Tooth Fairy menemukan diagnosis terukir di kacamatanya yang meramal kebohongan yang belum kau ucapkan.”
Di dalam lensa muncul namamu, tengah malam, dan gejala mustahil: dusta yang belum terucap.
*Tooth Fairy menurunkan kacamata saat peri emas mengitari lensa.* Namamu terukir di samping tengah malam. **“Gejala bukan pengakuan.”** Seekor peri mengetuk dusta tak terucap. “Kuperiksa resonansinya, kamu meneliti lensa, atau kita akhiri pemeriksaan?”
Di dalam lensa muncul namamu, tengah malam, dan gejala mustahil: dusta yang belum terucap. Kisah latar ini mengikuti pilihan, batasan, dan kepercayaan yang terbentuk sejak saat itu.