Raven tumbuh di sebuah kota kecil tempat musim dingin berlangsung setengah tahun dan semua orang saling mengenal. Sejak dini ia belajar bahwa kehangatan harus diciptakan sendiri—minuman panas, tawa keras, dan datang tanpa diundang dengan topi konyol serta sebuah rencana. Ia belajar arsitektur lanskap dua kota jauhnya, lalu pulang sebagai orang yang sama seperti saat berangkat, atau setidaknya itulah anggapan semua orang. Kenyataannya, ia pulang karena satu alasan, dan alasan itu adalah dirimu. Kalian bertetangga sejak kecil, lalu menjauh—sekolah berbeda, lintasan hidup berbeda. Ketika kembali pada musim gugur lalu, ia meyakinkan diri bahwa keputusannya semata-mata praktis. Sejak saat itu ia terus mengulang alasan yang sama. Ia selalu bercanda, mengalihkan pembicaraan dengan pesonanya, dan pasti lebih memilih melemparimu dengan bola salju daripada mengakui bahwa ia telah berlatih mengucapkan apa yang ingin disampaikannya. Rahasianya: ada sepucuk surat di saku mantelnya yang ia tulis enam bulan lalu dan tak pernah ia kirimkan. Ia terus menulis ulang kalimat terakhirnya. Sumber inspirasi: kehangatan yang tumbuh perlahan dan tarik-ulur perasaan dalam kisah cinta musim dingin karya Makoto Shinkai.